Senin, 26 Maret 2012

Peringkat Nasional Bank Syariah Mandiri A Plus. Sumber : kompas

JAKARTA, SELASA - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menegaskan peringkat nasional PT Bank Syariah Mandiri (BSM) di ’A+(idn)’ dan peringkat obligasi syariah subordinasi I/2007 di ’A(idn)’, dengan prospek stabil.
Dalam pernyataan tertulisnya kepada pers, awal pekan ini, Fitch menjelaskan bahwa peringkat BSM dipengaruhi oleh ekspektasi dukungan dari perusahaan induk yaitu Bank Mandiri (Persero) Tbk (’BB’/’AA+(idn) yang tercermin dari kepemilikan saham secara menyeluruh dan dukungan secara teknis dan keuangan dalam pengembangan operasi perbankan BSM. 
Sementara itu peringkat obligasi syariah subordinasi mencerminkan pendapat Fitch tentang kemampuan BSM memenuhi komitmen finansial secara tepat waktu sesuai dengan yang tertulis dalam perjanjian obligasi. 
Dalam hal ini termasuk pembayaran terhadap pokok obligasi pada saat jatuh tempo dan bagi hasil per kuartal yang dihitung berdasarkan nisbah yang tetap terhadap pendapatan yang diperoleh dari sekelompok aset. Bagi hasil tersebut bisa berubah dari waktu ke waktu, tergantung dari kinerja aset yang menjadi referensi.
Fitch menilai Bank Mandiri terus memberikan dukungan teknis untuk pengembangan infrastruktur perbankan BSM dan telah berkomitmen untuk memberikan tambahan modal sebesar Rp 500 miliar dimana sejumlah Rp100 miliar telah direalisasikan pada bulan Juni 2008 dan sisanya akan diberikan dalam empat tahap senilai masing-masing Rp 100 miliar sampai bulan Juli 2010. 
Tambahan modal tersebut akan membantu BSM untuk menjaga rasio kecukupan modal (total CAR) di minimal 12 persen (akhir September 2008: 11,5 persen). 
Fitch juga mempertimbangkan secara positif adanya klausul cross default yang terdapat pada perjanjian pinjaman luar negeri Bank Mandiri untuk mendukung anak perusahaannya dan juga komitmen tertulis kepada bank sentral untuk mendukung BSM jika diperlukan.
Profitabilitas BSM naik di sembilan bulan pertama tahun 2008 (9M08) dengan keuntungan sebelum provisi meningkat menjadi 4,8 persen dari rata-rata aset dari 3,8 persen karena marjin pembiayaan bersih yang lebih baik dan beban operasi yang stabil. 
Beban pencadangan yang lebih besar menyebabkan BSM membukukan imbal bagi hasil sebelum pajak (pre-tax ROA) sebesar 2,0 persen di sembilan bulan pertama 2008, naik dari 1,5 persen di tahun 2007. Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah turun menjadi 5,0 persen dari total pembiayaan karena penghapusbukuan  pembiayaan bermasalah yang lebih banyak dan efek dari pertumbuhan pembiayaan yang signifikan yaitu 48 persen antara September 2008 - September 2007.
Kondisi operasi yang lebih berat di tahun 2009 mungkin akan menimbulkan tekanan terhadap kinerja BSM. Meskipun demikian, Fitch mengerti bahwa manajemen BSM telah mengambil beberapa tindakan yang perlu untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut.
BSM didirikan tahun 1973 sebagai bank konvensional dan berubah menjadi bank syariah pada tahun 1999. BSM adalah anak perusahaan yang dimiliki secara penuh oleh Bank Mandiri.

Jumat, 02 Maret 2012

Linear Programming


Pengertian Linear Programming
Menurut Wikipedia (2009), Linear Programming merupakan suatu model umum yang dapat digunakan dalam pengalokasian sumber-sumber yang terbatas secara optimal. Masalah tersebut timbul apabila seseorang diharuskan untuk memilih atau menentukan tingkat setiap kegiatan yang akan dilakukan, dimana masing-masing kegiatan membutuhkan sumber yang sama sedangkan jumlahnya terbatas.
Sedangkan Menurut Siringoringo (2005), linear programming merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. Linear programming banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-lain. Linear programming berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linier dengan beberapa kendala linier.

Rabu, 23 November 2011

AUDIT SISTEM INFORMASI DAN APLIKASI

Pada dasarnya, Audit dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu Pengendalian Aplikasi (Application Control) dan Pengendalian Umum (General Control). Tujuan pengendalian umum lebih menjamin integritas data yang terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan integritas program atau aplikasi yang diguna-kan untuk melakukan pemrosesan data. Sementara, tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa data di-input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan.
Dalam audit terhadap aplikasi, biasanya, pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan mengingat pengendalian umum memiliki kontribusi terhadap efektifitas atas pengendalian-pengendalian aplikasi.
Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit system informasi tidak berbeda dengan audit pada umumnya. Tahapan perencanaan, sebagai suatu pendahuluan, mutlak perlu dilaku-kan agar auditor mengenal benar objek yang akan diperiksa. Di samping, tentunya, auditor dapat memastikan bahwa qualified resources sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik ( best practices ). Tahapan perencanaan ini akan menghasilkan suatu pro-gram audit yang didesain sedemikian rupa, sehingga pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien, dan dilakukan oleh orang-orang yang kompeten, serta dapat dise-lesaikan dalam waktu sesuai yang disepakati.

Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer

Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemerikasaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan improvement.

Audit Sistem Informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya.
dimana Pengertian Audit itu sendri yaitu suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi.


AUDIT SISTEM INFORMASI

Merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai telah dapat digunakan untuk:

a. melindungi asset.

b. menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data.

c. menyediakan informasi yang relevan dan handal.

d. mencapai tujuan organisasi dengan efektif.

e. menggunakan sumber daya dengan efisien.

f. Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang
melindungi sistem tersebut.

g. Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan
berikut ini dipenuhi :
• Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data
dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.
• Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan
umum dari pihak manajemen.
• Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.
• Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
• Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi
dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
• File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.


Sifat Audit

Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut :

a. Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan

b. Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati-hati.

c. Keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit.

Rabu, 09 November 2011

siklus pengeluaran

SIKLUS PENGELUARAN.
Tujuan system pengeluaran yaitu:
1. Menjamin barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan.
2. Menerima barang dalam kondisi baik.
3. Mengamankan barang hingga dibutuhkan.
4. Menentukan faktur yang berkaitan barang dan jasa dengan benar.
5. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dengan tepat.
6. Mengirimkan uang ke pemasosk yang tepat.
7. Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan.
8. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran kas dengan tepat dan akurat.

MANEJEMEN PERSEDIAAN.
Tujuan fungsi manajemen persediaan adalah mengelola persediaan barang dimana perusahaan dapat menjual kembali barang tersebut. Fungsi distribusi dapat dimsukkan ke dalam fungsi pemasaran atau distribusi. Disamping pertanggungjawaban dalam hal perencanaan, manejemen persediaan juga termasuk pembelian, penerimaan dan penyimpanan. Pembelian berfokus pada pemilihan pemasok untuk barang dan jasa yang diinginkan. Penerima bertanggung jawab hanya pada barang yang dipesan, menguji kuantitas dan kondisi barang dan memindahkan barang ke gudang.
Tujuan manejemen keuangan dan akuntansi berkaitan dengan dana, data, informasi, perencanaan dan pengawasan terhadap sumber daya. Berkaitan dengan siklus pengeluaran, tujuannya di batasi dengan perencanaan dan pengawasan kas, mendata hal-hal yang berkaitan dengan pembelian dan pemasok.
TUJUAN SIKLUS PENGELUARAN.
Tujuan siklus pengeluaran adalah memudahkan pertukaran kas dengan pemasok barang atau jasa perusahaan yang tujuannya adalah:
1. Menjamin bahwa semua barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan.
2. Menerima semua barang yang di pesan dan memastikan bahwa barang yang diterima dalam kondisi baik.
3. Mengamankan barang hingga dibutuhkan.
4. Menentukan faktur yang berkaitan dengan barang dan jasa yang benar.
5. Mencatat dan mengklasifikasi pengeluaran dengan tepat.
6. Mengirimkan uang ke pemasok yang tepat.
7. Menjamin pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan.
8. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran kas.
PENGOLAHAN DATA
Berikut ini prosedur pemprosesan pengeluaran kas. Bangaimanapun system informasi akuntansi tidaklah identik dengan keharusan menggunakan komputer sebagai pemproses. Dalam prosedur pembelian tahapan yang dilakukan yaitu :
1. Penentuaan barang yang dipesan. Dalam bagian ini gudang mengecek apakah barang yang tersedia telah melewati batas titik pemesanan kembali. Apabila ada item yang perlu dipesan maka daftarkan dalam formulir barang yang telah disipkan.
2. Penyiapkan order pembelian. Apabila barang yang dibeli tidak cocok maka pembeli memilih pemasok yang paling cocok dan siap order pembelian.
3. Penerimaan barang yang dipesan. Ketika barang dipesan dating sesuai tidak dengan pesanandan barang yang dating harus sesuai dengan pesanan.
4. Penerimaan faktur dari pemasok. Jika faktur dari pemasok tiba maka yang menangani adalah departemen pembelian.
Dalam prosedur pengeluaran kas, aktiva yang dilakukan adalah menyiapkan vocer utang yang belum dibayar, pembuatan cek, penandatanganan cek, memproses pencatatan penggeluaran kas dan posting nilai kas.

OUTPUT INFORMASI
Daftar dan operasional yang dihasilkan yaitu :
1. Faktur yang berfungsi sebagai daftar faktur yang diterima dari pemasok.
2. Register cek yakni daftar cek yang telah dikeluarkan.
3. Laporan pembelian yang memberi informasi.
4. Laporan faktur pembelian.
5. Laporan status persediaan yang berisikan jumlah barang yang diterima, dikirim dan berada digudang..
6. Laporan pengiriman yang lewat waktu.


LAPORAN MANEJERIAL TERJADWAL.
Laporan ini biasanya diperlukan oleh manejer. Diantara laporan manejerial terjadwal yang dibuat adalah:
1. Dafatr umur piutang.
2. Laporan factor-faktor penting.
3. Analisis penjualan.
4. Laporan arus kas yang menunjukkan sumber pandanaan kas.

LAPORAN MANAJERIAL SESUAI PERMINTAAN.
Laporan ini adalah laporan yang bersifat informasi dan terencana. Laporan yang terisikan informasi yang berkaitan dengan pengendalian keputusan yang dibuat berdasarkan kebutuhan.

PENGENDALIAN INTERN.
Tujuan pengendalian yang utama yaitu:
1. Semua pemberian kredit yang diberikan kepada konsumen yang layak.
2. Semua pengirimen barang dan jasa dilakukan tepat waktu sesuai perjanjian.
3. Semua barang yang dikirim diotorisasi dan ditagih secara akurat dalam periode akuntansi yang sesuai.
4. Semua sales returns dan allowances dan dicatat dengan benar.
5. Semua penerimaan kas dicatat secara lengkap dan akurat.
6. Semua posting dilakukan dengan tepat.
7. Semua catatan akuntansi, sediaan dan kas adalah aman.

PENGENDALIAN UMUM.
Pengendalian umum dalam siklus pendapatan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Pengendalian organisasional.
2. Dokumentasi pengendalian.
3. Pengendalian akuntabilitas aktiva.
4. Pengendalian praktek manajemen.
Pengendalian operasi pusat data.
1. Pengendalian otorisasi.
2. Pengendalian akses.

PENGENDALIAN APLIKASI
Tiga kelompok pengendalian aplikasi yaitu:
1. Pengendalian input.
2. Pengendalian proses.
3. Pengendalian output.
Sumber :
kunangsenja.blogspot.com/2010/05/siklus-pengeluaransia.html

Rabu, 19 Oktober 2011

Profil saya …

Nama : Niken Larasati Tunjungsari
T.T.L : Bekasi, 14 Desember
Kegiatan : Kuliah
Alamat : Masih tinggal dengan orang tua

Seperti halnya kebanyakan orang, saya berharap setelah lulus kuliah nanti saya bisa melanjutkan study kejenjang berikutnya. Dan berharap nanti saya bisa bekerja pada sebuah perusahaan terkemuka di Ibu Kota. Walaupun harapan itu tidak bisa tercapai, ya minimal setelah lulus kuliah saya bisa berguna bagi agama, Negara dan Bangsa. Tapi yang paling utama bisa berguna dan bisa membuat bahagia kedua orang tua dan orang-orang yang disayang tentunya. Tapi kembali lagi, semua itu hanya harapan, entah bisa tercapai atau tidak, itu semua tergantung bagaimana cara kita untuk meraih dan menggapai harapan itu.

Selasa, 27 September 2011

Tugas Analisis Sistem Informasi

mengamati sistem informasi pada perusahaan (PT. IndoMaret)

Sistem Manajemen
System manajemen pada perusahaan ini yaitu proses merumuskan dan mengimplementasikan strategi untuk mewujudkan visi secara terstruktur
Strategi yang digunakan perusahaan ini bercirikan mengandalkan anggaran tahunan, berjangka panjang, dan berfokus pasa kinerja keuangan.
System manajemen strategis tetap diperlukan perusahaan untuk berkembanng secara terencana dan terukur, sehingga memerlukan langkah-langkah strategis, dan perlu mengarahkan kemmpuan dan komitmen SDM untuk mewujudkan tujuan perusahaan .

Sistem penjualan
Subsistem informasi perusahaan yang mencakup kumpulan prosedur yang melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat dokumen dan informasi penjualan untuk keperluan manajemen dan bagia lain untuk kepentingan.

System Produksi
Perusahaan yang telah kami amati juga memproduksi beberapa barang atau kebutuhan sehari-hari konsumen seperti tisu, kapas, air mineral, gula dll.

System jasa
Perusahaan ini juga melayani jasa pengiriman uang dengan cara instan, ddan bekerjasam, dengan salah satu biro jasa pengiriman uang yaitu western union.

System pemasaran
Berbagai cara yang dilakukan perusahaan ini untuk menarik konsumen agar berbelanja di tempat ini, yaitu dengan memberikan potongan harga pada produk-produk tertentu , ada pula harga khusus, undian maupun hadiah langsung yang diberikan perusahaan ini.

System distribusi
System distribusi dirancang seefisien mungkin dengan jarinagm pemasok yang handal dalam menyediakan produk terkenal dan berkualitas serta SDM yang kompeten, menjadikan perusahaan ini memberikan pelayanan terbaik keada konsumen.

System teknologi informasi
System teknologi informasi perusahaan pada setiap point of sales setiap gerai mencakup system penjualan, persediaan dn penerima barang. System ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan saaat ini dengan memperhatikan perkembanngan jumlah gerai dan jumlah transaksi dimasa mendatang.

NAMA KELOMPOK :
NIKEN LARASATI
NURUL FITRIANI
MALIZA MUTIA R

KELAS 3DB10

Rabu, 27 April 2011

KANTOR VIRTUAL

• Definisi
Kantor virtual adalah pekerjaan yang dapat dikerjakan di lokasi geografis manapun selama tempat itu terhubung dengan lokasi tetap perusahaan melalui sejenis komunikasi elektronik.


Keuntungan dari kantor virtual:
1. Pengurangan biaya fasilitas
2. Pengurangan biaya peralatan
3. Jaringan komunikasi formal
4. Pengurangan penghentian kerja
5. Kontribusi social

Kerugian dari kantor virtual:
1. Rasa tidak memiliki
2. Takut kehilangan pekerjaan
3. Semangat kerja rendah
4. Ketegangan keluarga

Strategi yang disarankan untuk kantor virtual
1. Sediakan sumber daya komputer
2. Sediakan akses ke sumber daya informasi
3. Sediakan perlengkapan non komputer
4. Gunakan konferensi telepon
5. Sediakan pertemuan rutin
6. Lakukan rutinitas kerja